Keahlian Manajemen Sebagai Skill Mendasar Bisnis Perusahaan


Bagi kamu yang tertarik dengan dunia bisnis, pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan manajemen. Meskipun banyak studi ilmu yang mempelajari tentang bisnis, manajemen menjadi salah satu ilmu yang sampai saat kini masih banyak diminati. Bahkan, Manajemen Bisnis menjadi salah satu jurusan favorit yang diincar banyak mahasiswa di setiap universitas.

Satu kata yang terlintas ketika berbicara tentang anak manajemen, pasti kamu akan terbayang dengan seorang manajer. Benarkah demikian? Manajemen memang erat kaitannya dengan manajer. Jika pada artikel sebelumnya kita sudah membahas manajemen dan manajer, kali ini kita akan mengulas lebih dalam antara manajer dan kepemimpinan. Apakah manajer dan kepemimpinan merupakan dua hal berbeda yang tidak bisa dipisahkah? Atau justru saling bertolak belakang?

A. Hubungan Manajer dan Kepemimpinan

Kepemimpinan sendiri didefinisikan sebagai sebuah potensi dalam diri untuk memengaruhi dan mengarahkan upaya kelompok menuju pencapaian tujuan. Pengaruh-pengaruh ini bisa berasal dari lingkungan maupun luar lingkungan. Atau dengan kata lain bahwa kepemimpinan adalah suatu sifat yang harus dimiliki oleh seorang manajer. Sedangkan manajer adalah orang yang melakukan praktik ilmu manajemen.

Kepemimpinan dan manajemen sendiri memiliki hubungan yang saling berkaitan. Dimana seorang manajer harus memiliki sifat kepemimpinan itu sendiri. Sebagai komponen penting manajemen, perilaku kepemimpinan dapat memengaruhi profit dan prospek perusahaan di kemudian hari.

Seorang manajer harus memiliki sifat-sifat seorang pemimpin. Antara lain,

1. Memiliki kualitas kepemimpinan, 
2. Mengembangkan dan mempertahankan keunggulan kompetitif,
3. Berkompetensi dan motivasi tinggi,
4. Cerdas, tanggung jawab, jujur, dan amanah,
5. Berakhluk karimah seperti baginda Nabi Muhammad saw.

B. Perbedaan Kepemimpinan dan Manajer

Manajer
Kepemimpinan
Meletakkan struktur dan mendelegasikan wewenang tanggung jawab
Memberikan arahan dengan mengembangkan visi organisasi dan mengkomunikasikan kepada karyawan agar mereka mencapainya
Fokus pada perencanaan, pengorganisasian, penempatan staf, pengarahan, dan pengendalian.
Lebih fokus untuk mengarahkan fungsi manajemen. Seperti fokus mendengarkan, membangun hubungan, kerja tim, memotivasi karyawan.
Mendapatkan otoritas berdasarkan posisinya di organisasi
Mendapatkan otoritas dari para pengikutnya
Mengikuti kebijakan prosedur organisasi
Mengikuti naluri mereka sendiri
Lebih bersifat sains. Yang tepat, terencana, standar, logis, dan lebih berpikir.
Menggantikan peran manajer jika seorang manjer ada perlu tertentu
Berhubungan dengan teknis dalam suatu organisasi atau konten pekerjaan
Berhubungan dengan aspek orang dalam suatu organisasi.

C. Keahlian Manajerial (Manajemen Skill)

Manajer menjalankan fungsi maupun peranannya dengan menggunakan keahlian manajerial yang mereka miliki. Studi awal yang dilakukan oleh Robert L. Katz pada tahun 1970-an menunjukkan bahwa para manajer yang efektif harus memiliki tiga keahlian (skills) antara lain:

1. Technical Skills

Technical Skills adalah keahlian dan pengetahuan para manajer yang berkaitan dengan suatu bidang pekerjaan atau ilmu. Misalnya seorang insinyur teknik sipil dikatakan memiliki keahlian teknis apabila dia dapat melakukan pembangunan jalan, jembatan atau bangunan. Demkianhalnyaseorangakuntan dikatakan memiliki kehalian tekniks apabila mereka dapat menyusun laporan keuangan, melakukan analisis laporan keuangan atau melakukan audit.

2. Human Skills

Human Skills adalah kemampuan yang dimilki oleh para manjer untuk dapat bekerja dengan baik bersama orang lain, baik sebagian perorangan atau kelompok. Keahlian ini sangat penting karena manajer harus mengelola bawahannya dan bekerja sama dengan bawahannya unutk mencapai tujuan. Demikian pula para manajer harus mampu menjalin kerja sama dengan manajer lainnya dari departemen yang berbeda untuk mengejar tujuan perusahaan secara umum.

3. Conceptual Skills

Conceptual Skills adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh manjer untuk mengkonseptualisasikan situasi yang abstrak dan kompleks. Dalam hal ini manajer harus dapat memandang organisasi secara keseluruhan dan memahami hubungan di antara unit-unit orgnasasi. Manajer juga harus dapat memvisualisasikan bagaimana organisasi secara keseluruhan dapat menyesuaikan diri terhadap perkembangan lingkungan yang terjadi.

Dari ketiga keahlian manajemen di atas, mana keahlian yang sudah kamu miliki? Siapkah kamu untuk menjadi seorang manajer di masa yang akan datang untuk perusahaanmu?

Sumber Gambar : Finansialku.com