hQimDs9Vv8MwYJ0SXAYARQrMvIosvgLCnmk1Hi5k

Cari Blog Ini

Penulisan Partikel "Lah", "Kah", "Tah", dan "Pun"


Pada artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai dialog tags dan tatacara penulisan huruf kapital sesuai PUEBI, sekarang kita akan membahas mengenai penulisan partikel lah, kah, tah, dan pun. Banyak sekali penulis pemula di luar sana sering keliru terhadap penulisan partikel ini. Untuk itu, silakan simak dan baca baik-baik artikel kali ini.

Apa definisi partikel dalam bahasa Indonesia? pengertian partikel dalam bahasa Indonesia, partikel penegas meliputi kata yang tidak tertakluk pada perubahan bentuk dan hanya berfungsi menampilkan unsur yang diiringinya. Dalam bahasa Indonesia, ada empat partikel penegas, yaitu -kah, -lah, -tah, dan pun. Tiga yang pertama adalah klitik sedangkan yang keempat tidak.

1. Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

Misalnya:

Bacalah buku itu baik-baik!
Apakah yang tersirat dalam surat itu?
"Siapakah gerangan dia, yang mampu mencuri hatiku?" umpat Alik hakesal.

2. Partikel pun ditulisterpisahdari kata yang mendahuluinya.

Misalnya:

"Apa pun itu alasanmu, kau telah menghianatiku, Ananta."
"Jangankan dua kali, satu kali pun, kau tak pernah mepercayaiku, Alexa ...."

_Catatan:_

• Partikel pun yang merupakan unsur kata penghubung ditulis serangkai. 

Misalnya:

"Bagaimanapun keadaanmu, aku akan tetap mencintaimu, zaujaty. "Gibran berkata lirih sambil menggengam tangan Rain sebelum semuanya berakhir gelap.

3. Partikel per yang berarti ‘demi’, ‘tiap’, atau ‘mulai’ ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Misalnya:

Mereka masuk ke dalam ruang rapat satu per satu.
Harga kain itu Rp50.000,00 per meter.
Karyawan itu mendapat kenaikan gaji per 1 Januari

Ingin beli buku Rifka Rizkiana? KLIK DISINI
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar