hQimDs9Vv8MwYJ0SXAYARQrMvIosvgLCnmk1Hi5k

Cari Blog Ini

Perbedaan Prolog dan Epilog dalam Novel


Dalam sebuah novel atau karya sastra lainnya, tak jarang kita menemukan prolog di dalamnya. Biasanya, penulis menyuguhkan prolog terlebih dahulu sebelum menjabarkan Bab 1-nya. Tapi, tahukah kamu apakah prolog itu? Seberapakah penting prolog dalam sebuah cerita? Lalu, bagaimana dengan cara membuatnya? Simak ulasannya berikut ini:

A. Prolog

Dalam KBBI sendiri, prolog mempunyai arti pembukaan (sandiwara, musik, pidato, dan sebagainya) bisa juga diartikan sebagai (kata); pendahuluan; peristiwa pendahuluan. Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa prolog adalah pengantar naskah yang isinya berupa satu atau beberapa keterangan pendapat pengarang mengenai cerita yang akan disajikan.

Atau bisa juga ditarik kesimpulan, prolog adalah pendahuluan sebuah peristiwa untuk mengawali pembukaan dalam cerita novel.

Melihat penjelasan tersebut, sudah jelas jika prolog diletakkan di awal sebuah cerita.

Seberapakah penting fungsi prolog dalam sebuah cerita?

Prolog sendiri ditulis dengan tujuan untuk menerangkan dan memberikan situasi, untuk membangkitkan minat pemebaca terhadap isi dalam sebuah tulisan(Novel), atau minat penonton (jika dalam sebuah pertunjukan drama/teater).

Berbeda dengan prolog sebuah cerita, prolog drama adalah sebuah pengenalan yang biasanya berisi sinopsis lakon, pengenalan para okoh, serta konflik-konflik yang akan terjadi dalam cerita tersebut.

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan fungsi prolog dalam sebuah cerita adalah:

1. Sebagai kata pembuka atau pendahuluan sebuah karya sastra, baik cerpen, novel, maupun lainnya.

2. Menjabarkan sedikit tentang tokoh, konflik, maupun sinopsi yang ada dalam sebuah cerita.

3. Menarik perhatian pembaca dan membuat mereka semakin penasaran dengan isi cerita.

Jika sudah mengetahui apa itu pengertian prolog dan juga fungsinya dalam sebuah karya sastra, lalu muncullah sebuah pertanyaan,

Bagaimana Cara Membuat Prolog?

Menjawab pertanyaan ini, sebenarnya setiap penulis mempunyai kreativitasnya masing-maisng. Prolog tidak harus diambil dari bagian atau potongan cerita, tapi bisa bisa juga dibuat dengan kreatifitas sendiri agar lebih menarik perhatian pembaca.

Berikut sedikit tips untuk membuat prolog:

1. Ambil bagian dari konflik yang paling menarik di dalam cerita agar pembaca semakin penasaran.
2. Sertakan hal yang menjadi minat pembaca. Dalam hal ini, tentunya setiap karya sastra memiliki peminat masing-masing. Bila cerita tersebut tentang percintaan, maka prolog dibuat dengan konflik percintaan.
3. Buatlah prolog dengan singkat dan tidak bertele-tele, atau paling panjang sekitar 400 – 500 kata.
4. Prolog sebaiknya tidak terkait sama sekali dengan chapter 1 di dalam cerita.

Berikut, contoh prolog yang penulis ambilkan dari salah satu karyanya

Contoh Prolog  (Dalam cerita “Halaqah Cinta Alikha”) on Wattpad Rifkarizki12

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan surga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

- Sayyid Qutb -

Wahai yang bersemayam di dalam rasa dan diriku, engkau jauh dari penglihatan dan pandangan.Engkau adalah ruhku jika aku tak memandangmu. Angan-angan tentang dirimu ada di mataku. Ingatan tentang dirimu ada di mulutku. Tempat kembalimu ada di mulutku. Tapi kemanakah engkau hilang dariku?

Wahai yang bersemayam di antara perut dan iga, sekalipun tempat tinggalmu berjauhan dariku. Kasih sayang tercurah untuk senantiasa mencinta.

Ya RABBI ...Kusibukkan dia dengan cintakuseperti Engkau sibukkan hatiku dengan cintanya. Agar menjadi ringan apa yang bersemayam di hatiku. Aku memohon kepada zat yang membalikan keinginanhasratku kepadamu dan hasratmu kepadaku. Atau biarkan cinta mengalir di hatiku ...

Aku tidak tahu apakah pesonamu yang memikat. Atau mungkin akalku yang tidak lagi di tempat.Keindahanmu, pangkal segala keindahan. Dan magnetik bagi kaum hawa yang memandang.

Cinta bukanlah karena keindahan dan yang tampak di mata. Tetapi karena yang menyatukan hati dan jiwa. Ada getaran yang merasuki jiwa yang murah hati. Layaknya getaran dahan karena angin yang sepoi-sepoi.

Engkaulah pembantai setiap pemabuk cinta. Pilihlah untuk jiwamu siapa yang kau pilih. Cintaku bersemi apa pun dirimu tak peduli keadaanmu dulu dan kini. Kau tak peduli kepadaku,  meskipun aku sangat memperdulikanmu. Biarkan orang mencelaku karena mencintaimu. Karena cinta telah terpatri di dasar hati.

🌸 ♥ ♥ 🌸

Yusuf Zachary Fallad seorang dosen muda sekaligus pengusaha sukses yang meng-handle beberapa perusahaan milik keluargannya pontang-panting mencari seorang sekretaris yang bisa membantunya bekerja sama mengatasi proyek bersama pengusaha dari China.

Satu masalah belum selesai, Yusuf harus dilibatkan oleh masalah lain. Di mana perusahaannya di Turki mengalami defisit dan terancam gulung tikar. Mau tidak mau, Yusuf mengajak sekrestaris payahnya–Alikha Malikha Zustisya untuk menemani pemberangkatannya di Turki.

Akan tetapi, suatu peristiwa di luar nalar terjadi. Menjebak keduanya, dan menyeretnya ke arus peristiwa yang tidak pernah diduga sebelumnya. Peristiwa apa yang menimpa antara atasan dan bawahan di Turki ini? Mungkinkah mereka berdua sanggup melewatinya? Nantikan kisah selanjutnya di, "Halaqah Cinta Alikha."

B. Epilog

Jika Prolog adalah pembuka, maka penutupnya disebut Epilog.

Menurut KBBI epilog adalah bagian penutup pada karya sastra, yang fungsinya memyampaikan inti sari cerita atau menafsirkan maksud karya itu oleh seorang aktor pada akhir cerita.

Sehingga dapat disimpulkan, bahwa epilog adalah kata penutup yang mengakhiri sebuah cerita.

Epilog pada umumnya berisi mengenai amanat, ata kesimpulan dan pelajaran yang bisa diambil dari cerita tersebut. Epilog yang merupakan bagian penutup pada karya sastra penting sebagai bekal bagi pembaca/penonton agar mampu mengambil hikmah dari konflik-konflik dalam cerita serta penyelesaiannya, dan biasanya akan muncul kalimat bijak dalam epilog tersebut.

Lalu, apakah fungsi epilog sangat penting dalam sebuah cerita?

Fungsi Epilog

Fungsi dari Epilog adalah menyampaikan inti dari cerita, hikmah, atau komentar atas cerita yang baru saja disajikan. Selain sebagai penutup, epilog juga berfungsi untuk menegaskan pesan-pesan moral, tatanilai, maupun refleksi hidup dan kehidupan yang diceritakan.

Contoh Epilog (dalam cerita “Halaqah Cinta Alikha” on Wattpad Rifkarizki12

Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata,
Kusimpan kasih-Mu dalam dada.
Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,
Segera saja bagai duri bakarlah aku.
Meskipun aku diam tenang bagai ikan,
Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan
Kau yang telah menutup rapat bibirku,
Tariklah misaiku ke dekat-Mu.
Apakah maksud-Mu?
Mana kutahu?
Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.
Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu,
Bagai unta memahah biak makanannya,
Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.
Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,
Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.
Aku bagai benih di bawah tanah,
Aku menanti tanda musim semi.
Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,
Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.
- Jalaluddin Rumi-

Aku tak pernah tau takdir macam apa yang akan membawaku. Tetapi yang kutahu, Allah selalu punya rencana terindah untuk hamba-Nya.

Di setiap sebalik kata, pastilah ada sebuah makna. Di setiap untaian doa, pasti terbesit sebuah asa. Meskipun asa terkadang berbalik dengan keinginan kita. Tetapi aku kembali yakin, Allah yang akan memberi jawaban terindah dari semuanya.

Kau yang tak mungkin kugapai, nyatanya nyata-nyata menjadi belahan jiwa. Lucu? Kurasa tidak. Karena Allah sudah merencanakan skenario terindah untuk kita.

Meskipun cinta kita tak sesuci cinta dalam diamnya Ali dan Fatimah yang bahkan iblis pun tidak tahu, Tak seindah Yusuf dan Zulaikha yang mendekat karena takwa kepada-Nya, tapi kuyakin ... kisah cinta kita akan berbuah surga.

Aku percaya ... cinta kita itu, layaknya buaian nafas dalam sujud. Kita menghamba dengan riuhan doa berbisik tanpa suara di tanah, tetapi terdengar sampai langit. Aku tidak tau berapa banyak tangisan yang sudah kau adukan kepada-Nya karena perbuatanku. Berapa lama kamu mengadu kepada-Nya di balik sujudmu itu. Hingga akhirnya riuhan tangis dan buaian nafasmu itu diijabah oleh-Nya.
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar