Penggunaan Huruf Kapital dalam Novel: Pengertian dan Contoh-Contohnya


Pengertian huruf kapital adalah penulisan menggunakan huruf besar ketika berada di posisi-posisi tertentu. Ada banyak patokan yang menyebabkan kapan huruf harus ditulis kapital. Tapi, di sini penulis hanya menjabarkan penulisan huruf kapital yang sering digunakan dalam novel dan contoh-contoh penggunaan huruf kapital dalam novel. Dimana banyak penulis pemula yang terkadang bingung dan sulit membedakannya. Cus simak dibawah contoh huruf kapital dalam novel!

Huruf kapital digunakan pada huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, kakak, adik, dan paman, serta kata atau ungkapan lain yang dipakai dalam penyapaan atau pengacuan.

Misalnya:

“Kapan Bapak berangkat?” tanya Hasan.

Dendi bertanya, “Itu apa, Bu?”

“Silakan duduk, Dik!” kata orang itu.

Surat Saudara telah kami terima dengan baik.

“Hai, Kutu Buku, sedang membaca apa?”

“Bu, saya sudah melaporkan hal ini kepada Bapak.”

Catatan:

(1) Istilah kekerabatan berikut bukan merupakan penyapaan atau pengacuan.

Misalnya:

Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.
Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.

(2) Kata ganti Anda ditulis dengan huruf awal kapital.

Misalnya:

Sudahkah Anda tahu?

Siapa nama Anda?

Dapat disimpulkan penggunaan huruf kapital dalam novel adalah,

1. Huruf kapital dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung.

Misal :

" Tutup mulutmu! Aku sudah muak mendengar kata-kata dustamu lagi." Irene berkata ketus dan menatap tajam lawan bicara di depannya.

Atau, misal bentuk dialognya gini

Dadanya semakin sesak. Semakin kuat ia mencoba bertahan, semua rasanya telah sia-sia. " Aku memilih mundur, Bu ...," pungkas Alkena dengan air mata yang perlahan menetes.

2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, serta kata yang dipakai dalam penyapaan.

Coba pahami kalimatnya,

dipakai dalam kata penunjuk hubungan, dan penyapaan tapi, kesalahan banyak yang dilakukan penulis adalah, semua kata yg menunjuk kekerabatan atau orang, ditulis kapital. Padahal, lihat catatannya, yang contoh no (1)

Langsung contoh aja ya

"Tapi Rain tidak mencintai Gavin, Abi." Gadis berjilbab soft pink itu, mencoba menyalurkan emosinya kepada sang bapak, bahwa ia tidak mencintai Gavin.

Nah, dicontoh itu kenapa Abinya kapital, bapaknya tidak?

Karena abi merupakan kata sapaan atau pengacuan jadi ditulis kapital. Sedangkan bapak, itu bukan kata sapaan atau gamblangnya bukan panggilan Rain untuk bapaknya

Kecuali gini, " ...." Gadis berjilbab soft pink itu, mencoba menyalurkan emosinya kepada sang Abi, bahwa ia tidak mencintai Gavin.

Nah, terus kadang dialog ada kaya gini,

"Aku tidak akan bisa membalas cintamu, Rain. Karena adikku lebih mencintaimu." Gibran berkata lirih dan sesekali menatap sendu gadis di depannya.

Coba bandingin sama,

"Maaf, karena hati ini tidak bisa dipaksakan, Kak ...."

Nah, kenapa itu adik ditulis kecil, sedangkan kak ditulis besar??

Itu karena, dicontoh awal adiknya tidak ada dalam percakapan jadi ditulis non kapital. Sedangkan dicontoh akhir, Rain membalas ucapan Kak Gibran yang posisinya berhadapan langsung. jadi ditulis kapital jika berhadapan dengan objek langsung.

3. Huruf kapital dipakai dalam semua nama orang. Baik itu dalam dialog, maupun narasi. Bahkan, pemenggalan nama tokoh itu pakainya kapital.

Misal:

"Bukan aku yang egois, Ros ..., bukan. Tapi kamu, aku mencintai Kak Gibran lebih dulu darimu. Bukan aku yang egois, hiks ... hiks ..., bukan .... Aku mohon, tinggalkan dia demi aku, R os ...," isak Rain tergugu dan memohon kepada gadis angkuh yang berdiri di depannya.