hQimDs9Vv8MwYJ0SXAYARQrMvIosvgLCnmk1Hi5k

Cari Blog Ini

Sinopsis Novel Kata Rintik Sedu: Review Harga Penerbit, Resensi, Kutipan Quotes, dan Unsur Intrinsik


Hingga saat ini novel menjadi salah satu jenis buka yang masih digemari oleh banyak orang. Dimana novel ini berisi rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang lainnya yang berada di sekelilingnya. Cerita yang ditulis menonjolkan watak dan juga sifat dari setiap tokoh yang diceritakan.

Apabila suka membaca novel ada judul yang sangat direkomendasikan. Judul novel tersebut adalah Kata Rintik Sedu. Novel ini ditulis oleh Nadhifa Allya Tsana pada tahun 2018. Novel ini cocok dijadikan bacaan karena isinya sangat ringan. Jika ingin mengetahui lebih dalam mengenai novel ini, simak sinopsis novel Kata Rintik Sedu di bawah ini.

1. Identitas Novel Kata Rintik Sedu


Judul : Kata “tentang senja yang kehilangan langitnya”
Nama Penulis Novel Kata Rintik Sedu : Rintik Sendu atau Nadhifa Allya Tsana | Tag : Biodata Nadhifa Allya Tsana, Biografi Nadhifa Allya Tsana
Tahun Terbit Novel Kata Rintik Sedu : 2018 
Penerbit Novel Kata Rintik Sedu : Gagas Media
Jumlah halaman Novel Kata Rintik Sedu : 389 halaman
ISBN Novel Kata Rintik Sedu : 978-979-780-9332-4

Sedikit ulasan mengenai penulis novel ini. Novel Kata Rintik Sedu ditulis oleh Nadhifa Allya Tsana yang lahir di Jakarta, 4 Mei 1998. Sebelum menulis novel ia sangat gemar menulis prosa maupun sajak di Blogspot sejak duduk di bangku SMA. Saat ini penulis sedang melanjutkan pendidikannya di jurusan Teknik Elektromedik Poltekkes II.

Penulis membuat sebuah akun yang berguna untuk menuangkan suasana hatinya (Titik Sedu). Titik Sedu merupakan nama akun instagram pribadinya yang dipilih untuk memposting semua tulisan-tulisan indahnya. Itulah sedikit ulasan mengenai penulis, setelah itu mari membahas mengenai sinopsi novel Kata Rintik Sedu.

2. Review Novel Kata Rintik Sedu

Binta Dineshcara merupakan mahasiswa komunikasi yang memiliki paras begitu cantik. Namun, mahasiswi ini sangat tertutup dan cuek sehingga membuatnya tidak memiliki banyak teman. Binta lebih senang tenggelam bersama dunianya yang menurutnya kelam dan hitam. Binta hidup bersama dengan mamanya yang sedang mengidap penyakit Skizofrenia.

Sedangkan ayah Binta tidak diketahui keberadaannya dimana. Sejak kepergian ayahnya, hidup Binta berubah menjadi begitu kelam, ditambah lagi permasalahan masa lalunya yang kini menggantung entah sampai berapa lama lagi. Namun, Binta masih beruntung karena memiliki satu teman yang sangat baik.

Tidak hanya di rumah, kehidupan Binta di Kampus juga tidak begitu menyenangkan, maka dari itu dia lebih memilih untuk menghabiskan waktunya dengan kesendirian yang dia buat. Sampai pada suatu ketika ada seorang laki-laki bernama Nugraha yang mengusik kehidupannya, termasuk perasaannya.

Nug atau Nugraha digambarkan sebagai seorang laki-laki yang memiliki seribu kotak kesabaran dalam menghadapi Binta yang begitu cuek. Selama proses pendekatan, hanya ada penolakan dan usiran yang dilakukan oleh Binta. Namun, Nug tidak menyerah begitu saja sehingga masih tetap bertahan dan terus memperjuangkan Binta.  Bahkan Binta hampir saja luluh dengan kegigihan Nug.

Berbeda dengan Binta yang hampir menyerah dengan masa lalunya yang kian membelenggu. Sosok Nugraha ini tidak pernah menyerah dan pergi meninggalkan Binta. Namun, di pertengahan muncul sosok yang jarang diungkap tetapi menjadi latar belakang Binta. Sosok tersebut bernama Biru. Biru menjadi satu-satunya alasan Binta untuk melanjutkan hidupnya.

Binta dan Biru sudah bertahun-tahun berpisah, hingga pada akhirnya semesta mempertemukan mereka kembali di suatu tempat bernama Banda Neira. Kisah kedua sosok manusia ini tidak ada kepastian alias masih menggantung. Pada akhirnya Binta dihadapkan pada kenyataan yang membuat hidupnya semakin pahit.

Sementara di jakarta, makhluk aneh bernama Nugraha masih tak mengenal kata menyerah dan selalu ada untuk Binta. Kehadiran Nugraha bisa menjadi penawar sakit yang dirasakan Binta. Lalu apakah kisah keduanya akan berakhir disini? Ninta, Nugraha dan Biru sama-sama membelakangi serta sama-sama pergi.

Ketiganya memerlukan beberapa kata untuk menuturkan perasaan. Binta yang marah kepada Nugraha bersama dengan masa lalunya. Binta dikejutkan dengan kedatangan Biru yang secara tiba-tiba dan mengajak Binta untuk hidup bersamanya dan meninggalkan Jakarta untuk pergi menuju Banda Neira.

Kabar tersebut sampai di telinga Nugraha yang disampaikan oleh Cahyo. Nugraha berusaha mencegahnya, namun keputusan Binta sudah bulat. Dimana hidup bersama Biru merupakan tujuan hidupnya. Setelah itu, Nugraha mendapat beasiswa ke Australia. Nugraha bisa membatalkan keberangkatannya asalkan Binta yang memintanya. Namun, Binta tidak mau melakukannya.

Kemudian bagaimanakah kisah akhir dari ketiga toko tersebut? Akankah Biru berhasil membawa Binta ke Banda Neira, lalu bagaimana dengan kepergian Nugraha ke Australia? Supaya bisa mengetahui cerita lengkapnya, maka langsung saja membeli novel ini dan membacanya.

3. Kutipan Novel Kata Rintik Sedu


Ada beberapa kutipan dalam novel ini yang cocok dijadikan quotes Novel Kata Rintik Sedu. Apa saja kah kutipan tersebut, ini di jawabannya.

a. Bertahan itu bukan pilihan, tetapi keyakinan.
b. Akan ada satu orang yang membuatmu jatuh cinta tanpa sebab, tanpa alasan, juga tanpa pertanyaan.
c. Cinta adalah tentang seseorang yang kita butuhkan.
d. Cinta tak perlu memiliki, karena ujung dari rasa sayang bukan kepemilikan, tapi keikhlasan.

4. Unsur Intrinsik Novel Kata Rintik Sedu

a. Tema Novel Kata Rintik Sedu : Tentang kisah remaja yang penuh konflik yang unik dan menarik
b. Tokoh dan Penokohan Novel Kata Rintik Sedu :

1. Tokoh Binta Dineshcara Novel Kata Rintik Sedu : Sangat cuek, tertutup dan rapuh hatinya
2. Tokoh Nugraha Novel Kata Rintik Sedu : Bak seorang superhero, sabar, gigih dan sangat perhatian
3. Tokoh Biru Novel Kata Rintik Sedu : Sebagai sosok yang ada di masa lalu Binta, tetapi sampai sekarang belum diketahui keberadaannya. 
4. Tokoh Cahyo Novel Kata Rintik Sedu : Dikenal sebagai sosok teman satu-satunya Binta yang sangat baik dan ramah

d. Alur Novel Kata Rintik Sedu : Alur yang digunakan dalam cerita novel ini adalah alur maju. Dimana cerita yang ditulis sangat runtut san sinkron dari kejadian satu dengan lainnya

e. Sudut Pandang Novel Kata Rintik Sedu : Sudut pandang dalam novel ini adalah sudut pandang orang ketiga. Dimana penulis berposisi seolah tahu apa yang terjadi dan juga dialami oleh tokoh-tokohnya.

f. Amanat Novel Kata Rintik Sedu : apabila ingin mendapatkan apapun yang diinginkan , maka dibutuhkan perjuangan dan juga pengorbanan, katakan saja selagi masih bisa sebelum semuanya terlambat, seberapa jauh jarak maupun tantangan, jika Tuhan sudah menakdirkan untuk bersama maka apapun akan dilakukan.

5. Resensi Novel Kata Rintik Sedu


1. Keunggulan Novel Kata Rintik Sedu

Novel dengan judul Kata Rintik Sendu bergenre remaja dan menceritakan mengenai cinta. Namun ada hal unik dari cerita novel ini, dimana penulis meracik cerita dan juga konflik menjadi begitu kompleks sehingga menjadi unik dan menarik untuk dibaca. Alur cerita yang digambarkan sangatlah rinci sehingga tidak membuat pembaca kebingungan dalam mencerna isinya.

Isi novel ini juga dilengkapi dengan desain isi yang rapi dan dilengkapi dengan ilustrasi gambar. Tentu ini akan menambah kesan dan suasana cerita yang disampaikan. Desain cover novel ini adalah sebuah senja dan dua orang yang menggambarkan senja yang kehilangan langitnya. Cocok seperti judul yang ditulis dalam bagian cover novel tersebut.

2. Kekurangan Novel Kata Rintik Sedu

Adapun kekurangan dari novel ini adalah ada beberapa kata yang salah tulis. Di bagian belakang novel tidak dilengkapi dengan biografi penulis meskipun jumlahnya sedikit. Hal ini akhirnya membuat pembaca kurang tahu mengenai siapa penulis dari novel satu ini.

Setelah membaca review atau resume novel kata rintik sedu dapat disimpulkan jika novel ini memiliki genre remaja dan menceritakan kisah cinta tokohnya. Dimana isinya menceritakan tentang kisah seorang mahasiswi yang hidup berdua dengan sang mama yang sedang mengidap penyakit langka. Novel ini menceritakan kisah asmara tokoh utama perempuan secara lebih menarik dan mudah dipahami oleh pembacanya.

Adapun penerbit novel Kata Rintik Sedu ini adalah Gagas Media. Lalu berapa harga novel kata rintik sedu? Cukup murah tidak lebih dari Rp100.000. Bahkan ada juga yang dijual dengan harga kurang dari Rp 50.000. Dari novel Kata Rintik Sedu review berikut ini bisa memberikan gambaran bahwa novel ini memang layak diidolakan banyak orang karena kualitasnya yang sangat baik.
Related Posts

Related Posts

Post a Comment