17 Unsur Kebahasaan Karya Ilmiah yang Wajib Diketahui

TRENDING : CEK LINK VIDEO GISEL

Halo sobat Rifka Rizkiana semoga sehat selalu ya dan jangan lupa baca informasi mengenai ilmu kepenulisan dan tips-tips sastra di Rizkiana.com! Kali ini Rizkiana.com akan membahas seputar unsur kebahasaan karya ilmiah. Apa itu karya ilmiah? Karya ilmiah adalah karya tulis yang dibuat untuk memecahkan suatu permasalahan dengan landasan teori dan metode-metode ilmiah. Dalam cara membuat karya ilmiah ada beberapa unsur kebahasaan yang harus diketahui. Apa saja? Simak unsur-unsur kebahasaan karya ilmiah dibawah ini.

Baca Juga : 5 Cara Menulis Novel Sejarah Pribadi dari Awal untuk Pemula

BELI BUKU PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH DISINI

UNSUR KEBAHASAAN KARYA ILMIAH

1. Penulisan judul: memperhatikan penulisan kapital, penulisan huruf miring, dan huruf tebal, serta penulisan tanda baca.

2. Kata impersonal: kata yang tidak bersifat pribadi atau tidak berkaitan dengan seseorang. Misalnya penggunaan 'saya' diganti dengan 'penulis'.

3. Kata denotasi: kata atau kelompok kata yang menunjukkan makna yang sesungguhnya atau makna sebenarnya. Ragam bahasa yang digunakan harus lugas dan bermakna denotatif.

4. Kata baku: kata yang penulisannya sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dan tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai kata baku. Ketidabakuan pada penulisan membuat bingung pembacanya,karena itu karya ilmiah harus menggunakan bahasa baku.

5. Pendefinisian istilah: istilah dalam karya ilmiah harus didefinisikan dulu sebelum dibahas dalam karya ilmiah. Istilah merujuk pada kata-kata yang berkaitan dengan bidang tertentu.

6. Simpulan: jawaban permasalahan dalam bentuk ikhtisar dari pendahuluan, kerangka teoritis, hipotesis, metodologi penelitian, sampai hasil temuan penelitian.

7. Saran: usul atau pendapat dari penulis yang mengacu pada hasil pembahasan karya ilmiah.

8. Daftar pustaka: rujukan atau referensi yang digunakan dalam melakukan penulisan karya ilmiah.

9. Menggunakan kalimat pasif.

10. Bahasa yang digunakan harus reproduktif. Artinya, apabila penulis menyampaikan informasi bermakna X, maka pembacanya pun harus memahami informasi itu dengan makna X. Karya ilmiah ditulis oleh peneliti atau penulis  harus di maknai oleh pembacanya sesuai dengan makna yang ingin disampaikan.

11. Tidak ambigu: karya tulis ilmiah dikemas dengan bahasa yang tidak membingungkan.

12. Tidak emotif: karya ilmiah harus memaparkan fakta yang didapatkan dari analisis bukan perkiraan.

13. Menggunakan kaidah keilmuan: harus menggunakan kaidah-kaidah keilmuan atau istilah-istilah akademik dari bidang penelitian si penulis.

14. Bersikap dekoratif: penulisan karya ilmiah menggunakan istilah atau kata yang memiliki suatu makna.

15. Kohesi: bahasanya tidak berteletele atau tetap sasaran.

16. Bersikap objektif: karya ilmiah tidak dibuat hasil dari perasaan penulisnya.

17. Menggunakan kalimat efektif: tujuan menggunakan kalimat efektif adalah agar pembaca tidak dipusingkan karena kalimat yang berputar putar.

Baca Juga : Jenis Artikel Berdasarkan Sudut Pandang Penulis

Dapatkan Informasi Kepenulisan, Ilmu Sastra dan Tips Menulis di HP mu dengan Follow dan Klik Bintang DISINI

Itulah unsur-unsur kebahasaan karya ilmiah yang wajib diketahui. Jika ada pertanyaan mengenai informasi unsur kebahasaan karya tulis lainnya bisa menghubungi kami melalui email kpopsquadmedia@gmail.com. Atau ada keinginan untuk kerjasama dengan Rizkiana.com seperti pasang iklan, promosi buku, promosi penulis dan lainnya bisa menghubungi email diatas.

Ingin pasang iklan di rizkiana.com? hubungi kpopsquadmedia@gmail.com